Hakikat Cinta dan Pengorbanan Nabi Ibrahim as

source from google.com

Baru saja Umat Muslim di Indonesia merayakan hari raya Idul Adha. Hari besar di dalam kalender islam yang mengajarkan tentang hakikat cinta dan pengorbanan. Pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as. yang diperintahkan oleh Allah swt untuk menyembelih anaknya yang telah lama di nanti-nantikan kelahirannya. Anak tersebut bernama Ismail as.

Ketika datang perintah Allah swt kepada Nabi Ibrahim as. untuk berkorban menyembelih kepala anaknya, Nabi Ibrahim as. dengan penuh keyakinan menjalankan perintah-Nya. Tentu bagi sebahagian orang jika diperintahkan hal yang sama kepadanya pasti akan bertanya-tanya di dalam hati bahkan ada yang sampai menolak perintah tersebut. Tetapi dari pandangan orang yang sedang dipenuhi cinta, hal ini sudah menjadi kewajaran yang bisa saja berubah menjadi candu.

Terkadang ketika orang sedang jatuh cinta, tingkah laku sang pecinta akan dipandang sebagai sebuah kegilaan yang bahkan sampai diluar batas kewajaran. Apa lagi sampai hendak mengorbankan anak kesayangannya untuk dipersembahkan kepada Yang Maha Kuasa. Namun, inilah cinta nabi kepada kekasihnya (Allah swt). Demi kekasihnya, Ibrahim as. Rela mengorbankan sesuatu yang dimilikinya demi memenuhi perintah kekasihnya. Karena bagi orang yang dimabuk cinta akan mengorbankan apapun demi yang dicintainya bahkan sampai menghilangkan kehendak dirinya (ego) demi melebur bersama cintanya. Dan inilah tingkat paling sempurna dari cinta, ketika sang pecinta meniadakan dirinya dan melebur bersama cintanya dan yang ada hanya kekasihnya.

Dahulu, sudah menjadi sebuah tradisi ketika orang-orang mengorbankan sesuatu yang terbaik dari yang dimilikinya dan dipersembahkan kepada yang disembahnya. Kalau di Indonesia kita mengenal istilah sesajen. Tradisi yang seperti ini juga terjadi di timur tengah. Di Mesir ratusan abad yang lalu, setiap tahunnya gadis cantik di persembahkan untuk para dewa. Di zaman nabi Ibrahim as sudah menjadi hal lazim setiap tahunnya manusia di korbankan untuk para dewa. Terkadang anak bayi, gadis cantik atau bahkan orang cerdas pilihan. Yang dikorbankan adalah manusia-manusia pilihan yang terbaik dari tempatnya.

Perintah Allah swt kepada Ibrahim as. bukan tidak memiliki makna sama sekali. Paling tidak ada 2 (dua) yang bisa kita pahami makna perintah Allah swt kepada Nabi Ibrahim as pada zaman itu. Yang pertama, bahwa ketika Allah swt memerintahkan kita untuk berkorban kepadan-Nya, maka kewajiban kita sebagai hamba-Nya adalah memenuhi perintah tersebut. Sekalipun yang diminta adalah seluruh harta kita, nyawa kita sendiri bahkan sampai kepala anak yang kita cintai. Yang kedua, adalah tradisi mengorbankan nyawa manusia setiap tahunnya sebagai sesajen adalah perbuatan yang dilarang oleh agama. Makanya Allah swt menggantikan Ismail as dengan seekor kambing. Dan cinta Nabi Ibrahim as kepada Allah swt dibalas pula dengan cinta. Mana mungkin sang kekasih rela melihat kekasihnya bersedih karena dirinya.

Di dalam kehidupan sehari-hari spirit dari pengorbanan Nabi Ibrahim as. bisa kita maknai lebih dalam. Pengorbanan tidak selamanya untuk orang lain tetapi terkadang pengorbanan itu untuk diri kita sendiri. Contohnya di dalam berlalu-lintas. Ketika kita menekan ego kita dan membiarkan orang lain mendahului kendaraan kita. Itu merupakan sebuah pengorbanan menekan ego untuk kebaikan diri sendiri. Karena ketika kita memaksakan diri dan orang tersebut juga memaksakan diri maka bisa saja terjadi benturan kecelakaan dan itu tidak baik bagi diri kita. Dan seandainya semua orang memahami arti pengorbanan ini dan mau sedikit saja menekan ego demi kepentingan orang lain, maka lalu lintas kehidupan juga akan terhindar dari bentrokan yang berujung pada putusnya silaturahmi.

Maka dari hal yang paling sederhana, penulis mencoba menekan rasa egonya dan meminta maaf kepada pembaca baik yang mengenal langsung maupun tidak langsung untuk dimaafkan segala kesalahan dan khilaf. Selamat hari raya idul adha 1432 H.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s