Memanusiakan Manusia

source from handphone

Memanusiakan manusia. Sebuah rangkaian huruf yang sangat sederhana menjadi sebuah kata-kata yang juga terdengar sangat sederhana tetapi sangat dalam untuk bisa dipahami. Seakan akan ketika manusia dilahirkan pertama kali di dunia ini bukan sebagai manusia tetapi sebuah makhluk entah apa itu namanya. Seakan akan kita bukan manusia dan harus menjadi “manusia”.

Apa yang kemudian membedakan kata manusia yang pertama dengan kata manusia berikutnya dari kata memanusiakan manusia? Jelas dari sini secara sederhana kita bisa pahami bahwa ada dua konsep manusia yang berbeda dari kata memanusiakan manusia. Mengapa bisa demikian? Karena manusia bukanlah gelaran fisik melainkan tingkatan maqom intelektual. Jika manusia merupakan gelaran fisik maka yang dimaksud dari gelaran fisik adalah tubuh yang tersusun dari dua buah kaki, dua buah tangan, leher, kepala dll. Jika demikian apa bedanya manusia gelaran fisik dengan gambar foto atau dengan bayangan pada cermin? Karena gambar pada foto dan bayangan pada cermin juga memiliki tubuh yang tersusun sama seperti gelaran fisik pada manusia. Apakah gambar pada foto dan bayangan pada cermin bias dikatakan manusia? Maka dari itu kita harus mengetahui makna dari kata manusia yang sebenarnya.

Menurut aristoteles, defenisi manusia adalah binatang berakal. Jadi ketika manusia tidak menggunakan akal untuk berfikir maka bisa dikatakan ia adalah binatang. Sehari-hari bisa kita lihat disekitar kita, betapa banyaknya manusia yang berprilaku seperti binatang. Membunuh, poliandri, meniduri anak kandung, atau meniduri orang tua sendiri itu adalah perbuatan binatang yang bisa kita temukan di dunia manusia. Dari sinilah mengapa kata memanusiakan manusia itu bisa ada.

Salah satu ciri yang membedakan manusia dan binatang itu adalah potensi manusia untuk mengaktualkan akalnya dan berfikir, tidak hanya sekedar insting belaka atau mempertahankan hidup saja. Manusia dapat membuat lingkungan sekitarnya itu tunduk padanya, dalam artian manusia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Berbeda dengan binatang yang hanya sesuai dengan satu atau dua lingkungan saja. Manusia memiliki kemampuan berbicara, kemampuan untuk mengungkapkan isi hatinya melalui bunyi yang keluar dari mulutnya. Dengan bunyi itu manusia dapat berkomunikasi dengan manusia lainnya. Manusia dapat mengolah bahan makanannya sendiri sesuai dengan kebutuhannya pada saat itu dan juga manusia dapat mengetahui sejarah nenek moyang nya. Inilah yang membedakan manusia dengan binatang.

Manusia dalam menilai sesuatu benar/salah dengan menggunakan akal dan tidak terlepas dari prinsip-prinsip akal (prinsip niscaya lagi rasional). Dengan akal, manusia dapat mengerti hakikat dari sesuatu. Dan dengan manusia mengerti dari hakikat sesuatu, manusia dapat memperlakukan sesuatu tersebut sebagaimana mestinya, dan tidak berbuat zalim terhadapnya. Karena lawan dari berbuat adil adalah berbuat zalim. Manusia dapat menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya karena kita mengerti hakikat dari sesuatu tersebut atau peruntukan dari sesuatu tersebut. Misalnya, karena manusia mengetahui peruntukan dari sepatu itu di kaki maka manusia akan memakai sepatu di kakinya bukan di kepala. Dengan berbuat demikian, maka manusia telah berbuat adil kepada sepatu karena meletakkannya sesuai pada tempatnya. Dan untuk bisa mengerti hakikat dari sesuatu manusia harus membaca. Bukankah perintah pertama yang diturunkan Allah swt kepada Rasulullah saw adalah iqra (membaca), bukannya puasa, shalat, atau perintah-perintah syariat lainnya. Jadi, membacalah biar potensi akal teraktual dan tidak berbuat zalim. Karena sesungguhnya Allah swt membenci orang-orang yang berbuat zalim dan sombong dengan ketidak tahuannya. Dengan membaca manusia akan terangkat derajatnya di sisi Allah swt dan manusia lainnya. Dan karena menjadi manusia adalah pilihan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s