Source from HMI Komisariat Hukum UNHAS

DASAR PEMIKIRAN

Hukum saat ini dijadikan santapan harian bagi para pelanggar hukum. Bahkan para pengemban hukum yang seharusnya menjaga hukum untuk tetap tegak mengabdi pada keadilan berpaling dan menjadi hamba ketidakadilan. Pengemban hukum yang tahu tentang hukum, menggunakan hukum untuk tujuan ketamakan – memuaskan ego dengan berbagai motivasi yang terpusat pada dirinya. Secara kasat mata, pengemban hukum menjadi pelahap, selalu tidak puas dengan ketika hukum menjadi adil. Bagi mereka hukum harus menjadi hamba bagi kepentingannya.

Dalam kondisi yang demikian, menuntut orang yang masih mendamba hukum perlu lebih banyak belajar bagaimana hukum bisa ditegakkan dan menimbulkan efek jera. Para pembelajar tidak hanya bersimpuh dibawah undang-undang, tetapi juga memberikan ‘nafas kehidupan’ bagi hukum dengan mempertajam analisis dan penafsiran atas hukum. Para pembelajar ini juga terkadang menjadi pembelot atau bi’dah hukum. Mereka belajar, mendalami hukum namun kemudian tidak mengabdi kepada hukum dan keadilan. Mereka menelanjangi hukum, tampak bugil dengan segala kekurangan hukum yang diungkap secara kasat mata.

Untuk itu pembelajar hukum tidak boleh pasrah terhadap proses hukum yang tunduk pada kepentingan politik, tetapi harus berani mempengaruhi proses tersebut. Bahkan merebutnya dari genggaman para penegak hukum korup, agar hukum menjadi hukum yang berkeadilan dan berperikemanusiaan. Ketika para pembelajar hukum diam, maka hukum akan menjadi boneka para antek-antek mafia hukum. Ya, para pembelajar hukum bersembunyi dibalik teori dan dalil yang dibangun untuk memperkokoh tembok pertahanan intelektual. Atau mereka lebih asyik memainkan peran ganda sebagai, sebagai intelektual dan legal enterpreneur. Menggadaikan hukum untuk kepentingan ego.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi yang mengedepankan cita-cita keummatan dan kebangsaan. Dalam hal ini HMI sebagai tombak terdepan bagi pergerakan mahasiswa Indonesia dalam merespon isu-isu nasional keummatan dan kebangsaan. Sebagai sebuah organisasi, HMI tentulah memiliki landasan gerak. Dimana landasan inilah yang menjadi frame yang melekat secara aksidental maupun secara substansial sebagai corak gerak kader HMI. Landasan gerak inilah yang kemudia tercantum dalam tujuan HMI yaitu “terbinannya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Dan inilah yang diterjemahkan dalam aspek keilmuan dalam setiap pengkaderan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Hasanuddin ingin mengadakan kegiatan yang berbasis atas dasar disiplin ilmu. Diharapkan melalui kegiatan ini, baik mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya dapat lebih mengetahui tentang hukum, baik secara teori maupun realitasnya.

NAMA DAN TEMA KEGIATAN

Kegiatan ini bernama PELATIHAN HUKUM HMI Komisariat Hukum Universitas Hasanuddin Cabang Makassar Timur

Tema Kegiatan ini adalah : KEADILAN SUBSTANSIF DALAM REALITAS HUKUM DI INDONESIA

TUJUAN KEGIATAN

Tujuan kegiatan ini adalah :

  1. Mewujudkan  penegak hukum yang memiliki pengetahuan keadilan dan mampu mengimplementasikannya dalam setiap aktivitasnya
  2. Mewujudkan profesionalisme Ilmu hukum dan menjadikan paradigma keadilan sebagai kerangka analisis dalam membedah realitas sosial di Indonesia.
  3. Membantu mewujudkan konsep Negara hukum dengan pembangunan sumber daya manusia dibidang hukum.

TARGET PELAKSANAAN

Target pelaksanaan kegiatan ini adalah :

  1. Setiap peserta mampu memahami definisi keadilan dan penerapannya dalam setiap sub-diskursus Ilmu Hukum.
  2. Setiap perserta mampu memahami skema dasar pembuatan legal audit dan legal opinion
  3. Setiap peserta mampu menerjemahkan definisi keadilan menjadi sebuah kerangka analisis dalam membedah setiap fenomena penerapan hukum di Indonesia.
  4. Setiap peserta mampu membedah kinerja pranata hukum di Indonesia berdasarkan kerangka analisis yang diturunkan dari definisi keadilan
  5. Setiap peserta mampu menghadirkan sebuah solusi sistemik dalam memecahkan problematika hukum di Indonesia.

TANGGAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2-5 Juni 2011, di Hotel Sahid Jaya Makassar Jl. Dr. Sam Ratulangi No.33, Makassar

 

PESERTA KEGIATAN

Peserta Kegiatan ini terdiri dari :

  1. Mahasiswa Fakultas Hukum (Minimal semester 6)
  2. Praktisi Hukum

 

SUSUNAN MATERI

  1. Definisi Keadilan; Pertarungan Mahzab Keadilan Prosedural Vs Mahzab Keadilan Sunbstantif
  2. Asas Hukum sebagai Manifestasi Definisi Keadilan
  3. Realitas Hukum; Dilema antara Das Sollen dan Das Sein
  4. Praktek Hukum Acara Pidana
  5. Praktek Hukum Acara Perdata
  6. Praktek Peradilan Hak Asasi Manusia
  7. Praktek Peradilan Mahkamah Konstitusi
  8. Praktek Peradilan Pajak
  9. Mekanisme perumusan Statuta International
  10. Teknik Pembuatan Legal Audit dan Legal Opinion
  11. Mekanisme Penyelesaian Sengketa Non-Litigasi

 
SUSUNAN PANITIA

Terlampir

RUNDOWN KEGIATAN

Terlampir

ESTIMASI ANGGARAN

Terlampir

PENUTUP

Demikianlah proposal ini dibuat, besar harapan kami semua pihak terkait dapat membantu serta dapat bekerja sama dalam menyukseskan Kegiatan PELATIHAN HUKUM oleh HMI Komisariat Hukum UNHAS ini. Atas bantuan dan dukungan semua pihak, sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik untuk kita semua. Amin.

Billahitaufiq Walhidayah

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Makassar, 21 Rabiul Awal  1432 H

            25 Februari       2011 M

 

PANITIA PELAKSANA

 

 

Irtanto Hadi Saputra

Ketua

Mohammad Yuda Sudawan

Sekretaris

 

Mengetahui,

Pengurus HMI Komisariat Hukum UNHAS

Cabang Makassar Timur

Sayid Muhammad Faldy

Ketua Umum


Pengurus HMI Cabang Makassar Timur

Al Kadry Nur

Ketua

About these ads